Keutamaan dan Manfaat Silaturahmi Sesama Manusia


Manfaat Silaturahmi
Manfaat Silaturahmi 

Silaturahim adalah perbuatan terpuji sebagai makhluk sosial dan bermasyarakat yang bertujuan untuk menyambung hubungan yang telah putus. Menjalin hubungan ini sebagai bentuk pentingnya Hablum minannas. Sebagai orang Islam pasti sudah sangat paham bahwa dia memiliki dua kewajiban dalam hidup yaitu Hablum minaallah dan Hablum minannas. Salah satu bentuk dari Hablum Minannas ialah menjalin silaturahim.
Biasanya agenda ini selalu dilakukan ketika hari raya Idul Fitri. Silaturahim menjadi momen utama untuk mengunjungi sanak saudara, tetangga, dan masyarakat secara umum. Hal ini tidak hanya sebagai bentuk makhluk sosial saja, akan tetapi amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Dengan silaturahim hubungan sesama manusia akan menjadi lebih harmonis dan menumbuhkan rasa kasih sayang.
Menurut Quraish Shihab, Silaturrahim adalah kata majemuk yang terambil dari kata bahasa Arab, shilat dan rahim. Kata shilat berakar dari kata washlyang berarti menyambung dan menghimpun. Ini berarti hanya yang putus dan terserak. Sedangkan kata rahim pada mulanya berarti kasih sayang, kemudian berkembang sehingga berarti pula peranakan (kandungan). Arti ini mengandung makna bahwa karena anak yang dikandung selalu mendapatkan curahan kasih sayang.
Mengenai silaturahim, Rasulullah Muhammad Saw bersabda:

 مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ, وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim.”
Nah, betapa pentingnya menyambung silaturahim. Sebagai makhluk sosial memang tidak bisa lepas dari pertolongan masyarakat. Manusia tidak akan bisa hidup sendiri dalam dunia yang sangat luas ini. Oleh karenya, dengan silaturahim kebahagiaan dalam hidup akan selalu mengalir karena satu orang dengan orang lainnya saling memberikan pertolongan.
Allah menganjurkan silaturahim, maka pastilah ada manfaat darinya. Banyak sekali manfaat dan keutamaan silaturahim di antaranya adalah:
1.      Mendapatkan ridho dari Allah Ta’ala. Karena manusia melakukan hal yang disukai oleh Allah, maka Allah akan meridhoi dan mencintainya.
2.      Memanjangkan umurnya.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahim.”

Dalam hal ini para ulama menjelaskan menjadi dua makna yaitu kiasan dan hakiki. Kiasan, artinya dengan sebab silaturahim seseorang akan diberi keberkahan dalam usianya. Dia akan selalu dalam keadaan taat kepada Allah Ta’ala sehingga hidupnya akan bermanfaat dengan hal-hal terpuji. Hidupnya akan diberi kemudahan dan ketentraman serta memanfaatkan umurnya. Makna hakiki, artinya memang dengan menjalin silaturahim usia manusia akan dipanjangkan oleh Allah Ta’ala.
3.      Melapangkan rezeki. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud “dilapangkan rezekinya” adalah diluaskan dan dijadikan banyak hartanya, dan menurut pendapat yang lain, artinya adalah diberi keberkahan harta (meskipun secara lahiriah, harta tidak bertambah banyak).
4.      Membahagiakan sanak saudara, tetangga, dan masyarakat lainnya. Memutuskan tali persaudaraan pastilah akan melahirkan musuh yang baru, sedangkan sesama manusia tidak diperbolehkan untuk saling bermusuhan.
5.      Mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Artinya, sudah sewajarnya setiap manusia ketika memiliki teman baru akan merasakan kebahagiaan tersendiri. Karena dengan banyak teman, seseorang menambah relasi dalam hidupnya. Misalnya, karena mendapat cobaan ketika bepergian dan sudah tidak ada lagi uang yang dibawa, tapi jika mempunyai teman di daerah tertentu pasti akan meminta pertolongan kepadanya. Oleh karena itu sangat banyak keuntungannya dalam memperbanyak teman, dan tidak perlu memandang siapa itu. Kebahagiaan akhirat artinya sudah bisa dipahami bersama bahwa mengerjakan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya dapat menguntungkan manusia di akhirat kelak.
So, sudah jelas dipahami bahwa memutuskan tali silaturahim itu memang sangat berbahaya. Selain mempersulit dalam hal akhirat, dia akan sulit dalam hal dunia. Rasa kesepian akan selalu menjajah dirinya jika dia memutuskan tali pertemanan dan persahabatan.

 مَامِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ


Artinya: “Tidak ada dosa yang Allah Swt. lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahim.” (HR Tirmidzi)
Oleh karena itu, mari sesama muslim, sesama manusia, saling menyambung tali silaturahim agar dapat merealisasikan Hablum minallah dan Hablum minannas serta mendapat keridhoan Allah Ta’ala.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Pengetahuan Menurut Para Ahli Filsuf

Sejarah Singkat Masjid Istiqlal Jakarta

Zakat Profesi atau Zakat Penghasilan | Pengertian Lengkap