Shalat Istikharah : Niat, Tata Cara, Doa, dan Waktu Yang Tepat Untuk Shalat Istikharah


Shalat Istikharah : Niat, Tata Cara, Doa, dan Waktu Yang Tepat Untuk Shalat Istikharah
Shalat Istikharah 

Manusia merupakan makhluk hidup yang diberi akal dan hati. Dalam hidup, manusia selalu melakukan perkara atau hal-hal yang baru. Apalagi pada masa modern ini, banyak perkara yang dianggap mudah tapi sebenarnya sulit dalam menentukan pilihan. Itulah kenapa ada pepatah yang sudah masyhur di kalangan manusia yaitu hidup itu pilihan. Manusia memang disuruh untuk menentukan di antara dua pilihan atau lebih misalnya dalam hal pekerjaan, tempat tinggal, pasangan hidup, dan lain-lain. Meski semua sudah diatur oleh Allah Ta’ala namun manusia diharuskan untuk berusaha menentukan yang terbaik.
Dalam Islam, manusia diwajibkan untuk selalu memohon petunjuk dan jalan kepada Allah Ta’aladengan berdoa dan beribadah. Oleh karenanya, Rasulullah dalam sebuah hadits riwayat Jabir Ibn Abdillah ra bersabda:

 (اذا هم أحد كم بالأمر فليركع ركعتين ثم ليقل: أللهم... (رواه البخاري   

Jika di antara kalian hendak melakukan perkara/urusan, maka rukuklah (shalatlah) dua rakaat, kemudian berdoa…(HR. Bukhori).

Dalam hadits tersebut dapat dipahami bahwa perkara itu menunjukkan arti umum kecuali yang sudah jelas. Artinya, yang jelas diperintah dan dilarang oleh Allah Ta’ala tidak perlu dilakukan dengan shalat, karena yang wajib harus dikerjakan dan yang dilarang harus ditinggalkan. Nah, ketika seseorang diliputi kebingungan, maka dianjurkan untuk mengerjakan shalat dua rakaat kemudian berdoa kepada Allah Swt.
Shalat di sini disebut dengan Shalat Istikharah. Apa itu shalat istikharah? Shalat istikharah adalah shalat dua rakaat yang bertujuan untuk mendapat ridho dari Allah Ta’aladan berupaya memohon kepada Allah agar diberi pilihan yang terbaik dalam hal mengerjakan atau meninggalkannya.
Tata cara shalat istikharah ialah seperti shalat-shalat sunah mutlak lainnya. Diawali dengan niat, karena tanpa niat suatu ibadah akan ditolak dan tidak ada gunanya.

Niat Shalat Istikharah:


أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Bacaan Niat Shalat Istikharah latin

“Ushollii sunnatal istikhooroti rok’ataini lillaahi ta’aalaa”.

Arti Bacaan Niat Shalat Istikharah

“Aku berniat melaksanakan shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”Setelah niat yaitu takbiratul ihram, membaca fatihah dan surat Al-Kafirun pada rakaat pertama. Setelah itu rukuk dengan tenang dan melakukan cara seperti shalat lainnya. Pada rakaat kedua, membaca fatihah kemudian surat Al-Ikhlas.

Selepas menyelesaikan shalat istikharah, seseorang beristighafar dan berdzikir kepada Allah Ta’ala. Dilanjutkan dengan berdoa.

Doa istikharah ialah:


اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
  
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku.”

Seseorang akan mendapatkan kemantapan dan keyakinan dalam hati setelah memohon kepada Allah Ta’ala. Meski manusia tidak mampu menentukan apakah itu berhasil atau tidak, semua diserahkan kepada Allah Swt. Tapi setiap perkara yang dipilihkan oleh Allah Swt. Pasti memiliki kemanfaatan tersendiri. Oleh karena itu, sebagai manusia harus selalu bersyukur dan ingat kepada Allah Ta’ala.
Waktu Shalat Istikharah adalah kapanpun kecuali waktu yang dilarang untuk shalat. Akan tetapi, yang paling utama adalah pada malam hari. Pada sepertiga malam, lebih diutamakan karena pada waktu itu Allah Ta’ala menganjurkannya. Selain itu, kehusyukuan seseorang akan berbeda dibandingkan pada siang hari.

Rasulullah Muhammad Saw. Bersabda:

 صَلاَةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ، وَلاَ صَلاَةَ بَعْدَ العَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ لا

Artinya: “Tak ada shalat setelah shalat subuh sampai matahari meninggi dan tak ada shalat setelah shalat ashar sampai matahari tenggelam.” (HR. Imam Bukhari).
Meskipun ada beberapa hal yang dikecualikan dalam hadits tersebut, namun bagi shalat istikharah tidak diperbolehkan dilakukan pada waktu itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Pengetahuan Menurut Para Ahli Filsuf

Sejarah Singkat Masjid Istiqlal Jakarta

Zakat Profesi atau Zakat Penghasilan | Pengertian Lengkap