Tata Cara Sholat Taubat : Niat, Waktu dan Doanya Lengkap

Tata Cara Sholat Taubat : Niat, Waktu dan Doanya Lengkap
Tata Cara Sholat Taubat 

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak bisa lepas dari salah dan dosa. Allah Ta’ala akan mengampuni manusia yang berbuat dosa, jika diam au memohon ampun kepada-Nya. Oleh karena itu, manusia diwajibkan untuk selalu bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah Swt. Taubat secara bahasa adalah kembali. Secara istilah taubat adalah kembali kepada perintah-perintah Allah Swt. dengan mengakui kesalahan dan memohon ampun kepada Allah, seseorang akan merasa tenang dan selalu ingat kepada-Nya.
Sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran Surah Al Taubah ayat 74, yaitu :

فَاِنۡ یَّتُوۡبُوۡا یَکُ خَیۡرًا لَّہُمۡ ۚ وَ اِنۡ یَّتَوَلَّوۡا یُعَذِّبۡہُمُ اللّٰہُ عَذَابًا اَلِیۡمًا ۙ فِی الدُّنۡیَا وَ الۡاٰخِرَۃِ ۚ وَ مَا لَہُمۡ فِی الۡاَرۡضِ مِنۡ وَّلِیٍّ وَّ لَا نَصِیۡرٍ

Artinya :
“Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan memberi azab kepada mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) ada penolong di bumi.” (QS. At Taubah ayat 74).
Selain membaca istighfar, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan shalat dua rakaat yang sering disebut dengan Shalat Taubat. Sholat taubat merupakan shalat sunnah mutlak yang dilakukan dua rakaat dan bertujuan untuk mendapatkan ridho dari Allah Swt serta memohon ampunan dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.

Tata cara sholat taubat seperti halnya shalat sunnah lainnya yaitu diawali dengan niat dan diakhiri dengan salam. Shalat taubat tidak harus berjamaah atau di masjid. Shalat taubat dianjurkan dilakukan sendiri karena akan menambah kekhusyukan. Adapun waktu sholat taubat dilakukan setiap saat kecuali waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat. Akan tetapi, alangkah baiknya sholat taubat dilakukan pada malam hari, karena malam hari merupakan waktu yang sangat baik untuk melakukan ibadah.

Setiap melakukan suatu perkara harus didasarkan dengan niat, karena niat merupakan rukun yang jika ditinggalkan akan sia-sia ibadahnya. 

Adapun niat sholat taubat adalah:

niat sholat taubat


أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Aku berniat melakukan sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Sebelum seseorang bertaubat kepada Allah Swt atas dosa yang telah dilakukan, seseorang melaksanakan shalat taubat dua rakaat terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan penjelasan Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain

وَمِنْه صَلَاة التَّوْبَة وَهِي رَكْعَتَانِ قبل التَّوْبَة يَنْوِي بهما سنة التَّوْبَة

Artinya: “Termasuk shalat sunah adalah shalat taubat, yakni shalat dua rakaat sebelum bertaubat dengan niat shalat sunnah taubat.”

Namun demikian, Syekh Nawawi Banten juga menganggap sah jika seseorang melaksanakan shalat taubat dilakukan setelah melakukan taubat.

Bertaubat kepada Allah Swt tidak hanya permainan yang dilakukan tidak bersungguh-sungguh. Jika seseorang bertaubat namun tidak menyesali kesalahannya, maka orang itu tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah. Oleh karenanya, sebelum bertaubat seseorang harus memenuhi syarat-syarat taubat agar mampu melakukan taubat nasuha.

Adapun syarat-syarat taubat menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitab Al-Ghunyah dijelaskan ada tiga syarat taubat.

أما شروطها فثلاثة: أولها الندم على ما عمل من المخالفات وهو قول النبي صلى الله عليه وسلم الندم توبة. وعلامة صحة الندم رقة القلب وغزارة الدمع ولهذا روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: جالسوا التوابين فإنم أرق أفئدة. والثاني ترك الزلات في جميع الحالات والساعات. والثالث العزم على ألا يعود إلى مثل ما اقترف من المعاصى والخطيئات.

Artinya, “Syarat tobat ada tiga: pertama, menyesali atas kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan, ini berdasarkan hadis Rasulullah, ‘Menyesali kesalahan adalah tobat’. Tanda dari penyesalan adalah lembutnya hati dan berderainya air mata. Sebab itu, Rasulullah mengatakan, ‘Berkumpullah bersama orang yang bertobat, karena hati mereka lembut’. Kedua, meninggalkan setiap kesalahan di mana pun dan kapan pun. Ketiga, berjanji dan berusaha untuk tidak kembali pada dosa dan kesalahan.”

Jadi, bertaubat harus dilakukan secara bersungguh-sungguh. Menyesali kesalahan, meninggalkan maksiat, dan menghindar serta menjaga diri agar tidak jatuh pada lubang yang sama merupakan syarat taubat menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jilani.

Setelah melaksanakan shalat taubat, seseorang melakukan wirid dan mengingat Allah Swt. selain itu juga membaca doa. 

Adapun doa sholat taubat yaitu:

doa sholat taubat


للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْت رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ تَوَّابُ رَحِيْمٌ.
Artinya:
“Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku. Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi. Ya Allah ampuni aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha penerima taubat dan maha penyayang.”

Shalat taubat merupakan perkara yang disukai Allah dan Rasul-Nya. Oleh karena itu, ibadah ini pasti memiliki banyak manfaat dan keutamaan yang dapat diambil. Adapun manfaat sholat taubat di antaranya adalah:
  1. Mendapatkan ridho dari Allah Swt.
  2. Mendapatkan ampunan dari Allah Swt.
  3. Disukai oleh Allah dan Rasul-Nya.
  4. Merasakan hidup lebih tenteram dan tenang




مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ، ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ إِلَّا غَفَرَ لَهُ، ثم قرأ هذه الآية: وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ

“Seorang hamba yang melakukan dosa kemudian dia bersuci dan mengerjakan shalat, setelah itu minta ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosanya. Setelah itu, Rasul membaca ayat, ‘Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji dan menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, dan mohon ampun atas dosa-dosa mereka (QS: Ali Imran, 135)’” (HR: Al-Tirmidzi).

 Selain shalat dan wirid, alangkah baiknya seseorang yang bertaubat juga melakukan mandi taubat. Mandi taubat adalah mandi yang dilakukan untuk mennyucikan badan dari kotoran dengan disertai niat taubat agar dapat menyucikan jiwa dari dosa yang sudah dilakukan. Menurut Imam Syafi’I dan Imam Hanafi, mandi taubat ini adalah sunah.

Tata cara mandi taubat yaitu seperti halnya mandi sunah lainnya. Tidak lupa membaca niat pada saat menyiramkan air dari rambut. Sebelum melakukan mandi juga dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu.

Jadi, taubat merupakan perkara yang wajib dilakukan oleh setiap manusia. Taubat itu dilakukan dalam rangka memohon ampunan Allah Swt karena manusia yang hidup di bumi tidak akan bisa lepas dari perbuatan salah dan dosa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Pengetahuan Menurut Para Ahli Filsuf

Sejarah Singkat Masjid Istiqlal Jakarta

Zakat Profesi atau Zakat Penghasilan | Pengertian Lengkap